Visionary Life

Visionary Life, sebuah page yang sengaja dibuat dan dibentuk di Montirhati. Dalam sub Bab pembahasan ini sebenarnya saya ingin berbagi tentang apa yang saya baca. Visionary Life adalah sebuah konsep yang dibawakan oleh seorang teman saya. Konsep yang dicoba diramu olehnya sehingga menjadi sebuah ramuan hidup yang pas.

Berbekal pengalamannya menjadi seorang product management dikarirnya, ia berusaha memberikan sebuah inspirasi dari apa yang dijalaninya selama ini.

Jodhi a. Sardjono atau biasa dipanggil bang Jodhias lewat buku ini ia mencoba memplokamirkan dirinya sebagai seorang visioner. Baginya hidup manusia itu tatkala sebuah Product dimana dibutuhkan sebuah Rigid dalam menentukan Visi dan Misi. Namun, dibutuhkan sebuah fleksibilitas dalam meraihnya.

Sedikit bercerita bagaimana Latar Belakang kehidupannya, hal ini mungkin untuk menjawab sebuah pribahasa “tak KENAL maka tak SAYANG“.

Mas Jodhias seorang lulusan Universitas Indonesia dengan IPK Cum Laude dan lulus 3,5 Tahun. Sebuah pencapaian yang baik disebuah Universitas berjenjang yang didambakan banyak orang, bahkan saya sendiri di semester 11 ini belum menyelesaikan perkuliahan #Curcol :’)

Mas Jodhias juga mendapatkan beasiswa LPDP (PK-44) untuk berangkat S2 di University of Warwick, Inggris dengan Program Studi yang diambilnya Inovation and Entrepreneurship. 

Soal pengalaman kerja yang ditempuhnya bukan main-main, ia pernah bekerja di Venture Capital, Data Technology, dan Fintech, Serta pengalamannya sebagai seorang CEO di sebuah Artificial Intelliigence Startup. 

Sebenarnya detail lengkap dari apa yang ditulisnya semua sudah dituang dalam buku yang dibuatnya. “Visionary Life” sesuai judul dipage ini, ya memang  saya sengaja menamai halaman ini dengan judul visionary life, karena saya memang mencoba berbagi apa yang saya dapatkan dari buku itu sendiri.

Apa yang didapat

ada 3 poin utama, dalam pembahasan buku mas Jodhias ini .

  1. Self Sufficient (Berdiri di atas kaki Sendiri)
  2. Socially Commited to Surroundings (Berkomitmen pada Sosial);  dan
  3. Spiritually prepared for the afterlife  (Siap menuju dunia setelah kematian)

tiga poin diatas merupakan tiga hal utama yang disajikan dibuku itu, bagi seorang visioner, tidak hanya visi yang mengarah kepada urusan dunia saja, melainkan juga kepada urusan akhirat tentu visi itu akan diturunkan kepada misi-misi.

Tiga hal diatas merupakan bagian diri misi yang harus dijalani bagi seorang Visioner, setiap misi akan ada langkah-langkah sederhana yang bisa digunakan oleh banyak orang, termasuk kamu yang membaca bagian ini.

dihalaman ini saya akan mencoba berbagi setiap detail dari framework yang disajikan oleh mas Jodhias, dan tentu apa yang saya coba bagi kepada kamu semua adalah framework-framework yang sudah saya jalankan.

Isi Pembahasan

dibawah ini merupakan kumpulan artikel yang bisa kamu baca perlahan, dan disini saya mencoba memberikan langkah-langkah yang bertahap. Jadi, diharapkan kamu juga membacanya juga bertahap ya, semoga apa yang ditulis dibawah ini bisa menjadi inspirasi bagi kamu.